jump to navigation

hasta que entiendas December 11, 2008

Posted by goooooooooo in undiscribe.
add a comment

Es difícil quedarse
es difícil mirar a los ojos
cuando digo me voy
No puedo estar seguro
pero creo que he hecho hasta mi mente
aunque su corazón está sangrando
Deseo el único que tuve que se me fue
para que usted vea claramente
Deseo que la única cosa que yo tenía que hacer era
celebrar mis brazos a tu alrededor
Tanto tiempo, tan difícil, hasta que entiendas
De alguna manera me siento que estoy tirando lejos de su tierra antes de que yo haya incluso comenzado
Para darse cuenta de mi palabra que sólo capturados por sorpresa
lo hace aún más difícil
Deseo había una manera de hacer que leer los signos que estoy con lo que usted esta noche
Deseo que la única cosa que yo tenía que hacer era celebrar mis brazos a tu alrededor

Tanto tiempo, tan difícil, hasta que entiendas

d’voice December 5, 2008

Posted by goooooooooo in undiscribe.
add a comment

untuk manusia sekualitas saya, jengkel adalah hal yang sering menimpa ketika apa yang saya bisa telah juga dibisai orang lain. lalu akan menjadi tambah kejengkelan saya ini ketika semua orang bisa melakukan yang saya bisa, ditambah lagi apa yang saya lakukan ini adalah satu-satunya hal yang saya bisa. lalu kemudian jengkel saya akan mencapai klimaksnya ketika apa yang saya bisa telah dibisai orang², kemudian mereka menjadi lebih mahir daripada saya.

kejadian semacam ini membuat saya bertanya, “apa bedanya saya sama yang lain?”.

kemudian sebuah kaliamt meluncur entah dari mana datangnya, lalu terjadilah sebuah dialog antara saya dengan sang suara.

suara : “tenanglah, kamu itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang”.

saya : “kelebihan yang mana, kalo semua orang bisa melakukan yang saya bisa, bahkan lebih baik…ha?”

suara : “tapi kamu kan bisa lebih awal, setelah kamu baru orang²…”

saya : “apa hebatnya menjadi pertama tapi bukan yang terbaik?”

suara : “wah…iya juga ya…tapi…kamu kan masih bisa berkreasi?”

saya : “buat apa??? biar ditiru sama orang, lalu mereka lebih baik?”

suara : “hmm…kamu bisa bikin sesuatu yang orang lain tidak bisa?”

saya : “bisa…tapi orang lain bisa membuat sesuatu yang lebih baik lagi, tidak bisa ditiru juga? lalu saya musti bagaimana?”

suara : “sebetulnya, atas dasar apa kamu melakukan sesuatu? karena ingin berkarya atau karena kamu ingin beda dengan yang lain kemudian dianggap hebat? wah…jangan² niatmu yang salah, makanya kamu ngga pernah bisa menghargai apa yang kamu lakukan. itulah kenapa kamu jengkel, karena kamu merasa apa yang kamu lakukan adalah sia², ecek²…dsb. padahal itu lebih baik daripada kamu tidak melakukan apa² sama sekali.”

saya : “lalu saya musti gimana?”

suara : “pertama, betulkan dulu niat kamu. Bismillah, niat berbuat sesuatu karena Alloh semata. pastikan bahwa apa yang kamu lakukan adalah kebaikan, jangan sekali-kali berbuat maksiat. mosok mau ngrampok pake bisamillah, ngga tau diri itu namanya.”

saya : “udah ya gitu aja…? trus kalo ditiru orang gimana dong?”

suara : “walah…walah…masih mikir kayak gitu tho?”

saya : “lha terus mikir apa?”

suara : “gini. niat, trus lakukan aja. ditiru orang biarin aja, bukankah malah lebih bagus kalo ada orang yang melakukan hal yang sama, jadi tambah teman. lebih bagus lagi kalo orang itu niru² kamu, berarti ilmu kamu bermanfaat. lebih bagus lagi kalo orang lain bisa lebih bagus dari kamu, itu artinya selain ilmu kamu bermanfaat, ilmu kamu juga berkembang walaupun oleh orang lain. kan niat awalnya untuk Alloh, itu berarti apa yang kamu kerjakan dirsetui sama Alloh. makanya ilmu itu berikan Alloh kepada orang lain, biar manfaatnya merata. akan lebih hebat lagi, kalo ternyata apa yang kamu mulai kemudian ditiru orang. lalu kalian bekerja sama untuk memperbaiki kekurangan²nya, dengan berbagai masukan dari banyak kepala. kemudian karya kalian menjadi semakin baik dan berkembang. hmmm…sepertinya sukses yang besar seperti ini rasanya lebih nikmat. karena bukan hanya kamu, tapi ada banyak orang menikmati hasilnya.”

saya : “ooo…gitu ya…?”

suara : “lha iya…gimana…masih jengkel?”

saya : “ngga ah…ngga jadi…ganti aja ah…ganti bersyukur…boleh kan?”

suara : “ya…kan emang harusnya begitu…ok…masalahmu selesai…silakan berkarya…”

demikianlah akhir dari dialog antara otak, yang diwakili oleh saya dengan suara hati. jadi kalo mau hidup serasa enteng, biarkan otak yang mengikuti hati. gitu. semoga bermanfaat.

ngguyu dewe December 4, 2008

Posted by goooooooooo in undiscribe.
2 comments

hehe. hari ini saya sempat membuka-buka arsip postingan saya di blog friendster ini. lumayan juga. dari postingan pertama, sampe ke postingan yang entah keberapa, saya baca satu per satu. saya cermati gaya penulisan dan isi dari tulisan itu sendiri, hingga muncul sebuah kesimpulan. bahwa secara kualitas, semua tulisan saya memang benar² jelek…hihihiii…:D

sebenarnya, tulisan semacam ini sangat² tidak layak edar. bahkan tidak pantas menjadi salah satu artikel di majalah sobek sekalipun….hahahahaa…:))…ah biarin aja, toh ini sebetulnya arsip pribadi yang “kebetulan” saja  ter-publish...(membela diri mode :on)…lagi pula, ada cerita di setiap tulisan saya itu…(cie²…suit²…)

sambil ketawa-ketiwi, saya ingat² lagi kondisi fisik dan psikis saya waktu membuat tulisan di blog ini…dan hasilnya…tadaaa…saya ketawa…

kalo suntuk trus pengen hiburan, gampang…lihat diri anda sekarang dan bandingan dengan anda yang dulu…betapa semua hal yang dulu rasanya luar bisa memusingkan, sekarang serasa hal yang remeh temeh…maka jika sekarang kita merasa pusing sekian ratus keliling, cobalah untuk memfokuskan diri pada hal yang lain. karena dimasa yang akan datang hal itu hanyalah sebuah soal yang amat sangat bisa kita selesaikan, bahkan mungkin hal yang kita layak untuk kita tertawakan…

kangen La Vita… December 1, 2008

Posted by goooooooooo in undiscribe.
add a comment

tak ada angin tapi ada sedikit hujan sih, tiba-tiba saya kangen dengan pilem paporit saya, la vita e bella. pilem yang dibintangi Roberto Benigni ini sungguh amat sangat inspiratif, atau provokatif entahlah. pilem ini bercerita soal camp pembantaian Yahudi -yang kebenarnanya masih menjadi perdebatan itu- , tapi saya tak hendak mempersoalkan ke-Yahudi-an-nya. bagi saya, cerita ini layak untuk mendapatkan apresiasi.

ini pas Guide ketangkep, pas nyari istrinya…sedih euy…hiks…

rasanya tak perlu saya ceritakan (lagi) bagaimana pilem ini, karena pasti-pun sudah banyak orang yang tahu ceritanya.

yang jelas saya pengen bangeet ngeliat salah satu adegan waktu sipir penjara menjelaskan rules yang berlaku di camp pembantaian itu. cerdas, kocak, dan full of lies. adegan itu adalah adegan yang paling menimbulkan konflik batin bagi para ‘jujur mania’. pada adegan ini, batin saya dipaksa untuk mentertawakan dan memberikan 2 thumbs up atas ‘kebohongan yang cerdas’ itu, lalu ujung²nya saya mulai terpengaruh dengan ungkapan ‘bohong untuk kebaikan bukanlah sebuah dosa’. adegan ini adalah contoh konkrit dari kebohongan untuk kebaikan. pada adegan ini saya masih gamang soal benar atau salah-nya tindakan si Guido Orefice ini, tapi jujur saya kagum pada tokoh sentral ini.

bagi saya ini adalah pilem yang inspiratif sekaligus abu-abu (walau menurut saya cenderung ke putih…hehe). pilem ini mengajarkan pada saya bahwa kebahagiaan itu ada pada cara kita memandang sesuatu.

========lihat dan hitunglah apa yang sudah kita miliki. be happy.

memenej blog November 29, 2008

Posted by goooooooooo in Uncategorized.
Tags:
add a comment

lumayan juga, capek. dari jam enem sore, habis sholat maghrib sampe jam setengah sembilan lewat depan rumah lima menit. ngutak-atik blog, penasaran sama fitur² yang diusung blog-nya frendster. setelah saya cermati, ternyata fitur yang ada searang mirip sama punya wordpress. hmmm…tambah bagus, tapi jujur saya lebih suka yang dulu. ng-edit-nya ngga terlalu ribet kaya sekarang, cepat. entah karena komputer saya yang udah uzur, atau karena emang saya ngga suka terlalu diribetkan dengan hal² yang sifatnya baru dan memakan waktu. -hehe…kayaknya sih, dua²nya…-

well…cepat atau lambat, yang namanya hal² baru itu memang perlu untuk kita bisai. soalee, pada nantinya hal baru itu memang kita perlukan dan ujung-ujungnya kita kudu bisa. lhah kalo ujung-unjunge podo wae, alangkah lebih baik jika udah bisa sejak awal. ya tho???

thuz, mengenai perubahan di blog ini silakan bisa langsung ditilik apa saja yang berubah. tidak perlu dijelaskan dengan tulisan, kan?

last…selamat menikmati…

make up si shogie November 27, 2008

Posted by goooooooooo in Uncategorized.
1 comment so far

wew. semua sticker asli si shogie udah lepas. mulus.

selanjutnya…pasang temple’an kastem…bikin sendiri booo…

secara tampilan seeeeh…jadi lebeeeh keren lah…(menurut saya)

obyektif aja ah, menilainya…ini buatan tangan saya sendiri…so…kalo bukan saya sendiri yang bilang keren siapa lagi???

bukannya narsis…bukan pula mau sombong…ini namanya menghargai karya sendiri…tetep pede dengan buatan sendiri…!!!

sebagaimanapun nanti jadinya…apapun penilaiannya…saya tetep bangga…

karena ada keringat yang terkucur dalam setiap detil prosesnya…

(membela diri mode : on)

last…make up si shogie udah hampir kelar…moga tambah cakep ah…hhihii…

epriting is ander kontrol. November 22, 2008

Posted by goooooooooo in Uncategorized.
add a comment

akhirnya Saridin bersuara lagi, mengajak saya kembali ke Kamidin. seperti yang sudah-sudah, ia menyeru dengan suaranya yang (kali ini terdengar) serak untuk selalu melewati Sirodjudin…bukan jalan lain, yang menurut saya jauh lebih ringan.

Saridin bilang, “satu²nya jalan menuju Kamidin adalah Sirodjudin, tidak ada jalan lain…berpaling sedikit saja, kamu akan semakin jauh dari Kamidin. Karena Kamidinlah yang membuat Sirodjudin.”

suara Saridin masih terdengar pelan, karena teriakannya sempat tak tergubris beberapa waktu yang lalu. suaranya…suara yang selalu menyerukan Kamidin. Saridin berkata bahwa berhenti berjalan adalah sebuah kerugian, karena bisa saja melemahkan keyakinan terhadap kebenaran Kamidin. adalah pantang berhenti langkah di Sirodjudin.

saya mencoba untuk tetap mendengarkan suara Saridin…suara yang menunjukkan Sirodjudin…untuk terus meyakini kebenaran Kamidin, bersama Samidin. ya…bersama Samidin…

sebagaimana yang dikatakan Kamidin, agar saya selalu di Sirodjudin bersama Samidin. Saridin bilang bahwa bersama Samidin, semua akan terasa lebih ringan dan mudah.

jelas sudah. Kamidin telah menentukan Sirodjudin untuk dilalui, lalu ada Saridin yang mengingatkan agar selalu melangkah di Sirodjudin. kemudian Samidin, teman seperjalanan.

=======

istilah semau saya.

Saridin.
Saridin saya pakai untuk menggantikan suara hati a.k.a hati nurani. Saridin saya ambil dari kata sari dan dien. sari saya identikkan dengan intisari, sedangkan dien berarti agama. jadi saridin artinya inti sari dari agama, dimana menurut saya setiap manusia memiliki inti dari agama, yang selalu mengatakan pada setiap manusia melalui hati nuraninya. yang menuntun manusia untuk bisa membedakan antara yang benar dan yang salah.

Sirodjudin.
ini adalah gabungan dari dua kata, sirodj dan dien. setau saya, sirodj berarti jalan. ditambah dien yang berarti agama. jadi artinya jalan agama.

Kamidin.
gabungan dari kata kami (indonesia) dan dien (arab). kami ya artinya kita semua. jadi kamidin saya artikan sebagai agama yang kami yakini.

Samidin.
ini juga gabungan dari dua kata, Sami (bahasa jawa) yang artinya sama. maka Samidin saya artikan sebagai orang² yang mempunyai agama yang sama dengan yang saya yakini.

lingkaran November 17, 2008

Posted by goooooooooo in Uncategorized.
add a comment

…nanti lanjut lagi.

hhhmmmhh…hari ini terawali dengan menarik nafas panjang. mengatupkan kelopak adalah rencana saya selanjutnya.

alhamdulillah.

udah mas… November 13, 2008

Posted by goooooooooo in Uncategorized.
add a comment

ada yang menekan dadaku siang ini…kuat sekali. menyesak.

aku duduk teralas plastik hitam. kaku. ngilu.

lalu suara² yang berdengaran…rasanya lebih tepat untuk diabaikan. riuh.

ada yang mendayu-dayu, ada yang seperti getaran besi yang terbaut longgar.

hanya satu tenggorokan yang tak terabai, dia bilang “mas print mas…”

Lintang Tyaga October 8, 2008

Posted by goooooooooo in Uncategorized.
add a comment

gerimis kali ini tidak memberi sedikitpun celahnya untuk bintang. hari ini senja

berwarna abu² dan menagis.

mustahil bagi saya menjemput

bintang, menyibak basahnya

mendung.

biarlah saya tunggu sampai langit

benar-benar kering.

lalu menunggu lagi kehadiran

…cahayaNya…

menunggu bintang…

pemberian Tuhan…

Lintang Tyaga. we’ll wait.