d’voice December 5, 2008
Posted by goooooooooo in undiscribe.add a comment
untuk manusia sekualitas saya, jengkel adalah hal yang sering menimpa ketika apa yang saya bisa telah juga dibisai orang lain. lalu akan menjadi tambah kejengkelan saya ini ketika semua orang bisa melakukan yang saya bisa, ditambah lagi apa yang saya lakukan ini adalah satu-satunya hal yang saya bisa. lalu kemudian jengkel saya akan mencapai klimaksnya ketika apa yang saya bisa telah dibisai orang², kemudian mereka menjadi lebih mahir daripada saya.
kejadian semacam ini membuat saya bertanya, “apa bedanya saya sama yang lain?”.
kemudian sebuah kaliamt meluncur entah dari mana datangnya, lalu terjadilah sebuah dialog antara saya dengan sang suara.
suara : “tenanglah, kamu itu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang”.
saya : “kelebihan yang mana, kalo semua orang bisa melakukan yang saya bisa, bahkan lebih baik…ha?”
suara : “tapi kamu kan bisa lebih awal, setelah kamu baru orang²…”
saya : “apa hebatnya menjadi pertama tapi bukan yang terbaik?”
suara : “wah…iya juga ya…tapi…kamu kan masih bisa berkreasi?”
saya : “buat apa??? biar ditiru sama orang, lalu mereka lebih baik?”
suara : “hmm…kamu bisa bikin sesuatu yang orang lain tidak bisa?”
saya : “bisa…tapi orang lain bisa membuat sesuatu yang lebih baik lagi, tidak bisa ditiru juga? lalu saya musti bagaimana?”
suara : “sebetulnya, atas dasar apa kamu melakukan sesuatu? karena ingin berkarya atau karena kamu ingin beda dengan yang lain kemudian dianggap hebat? wah…jangan² niatmu yang salah, makanya kamu ngga pernah bisa menghargai apa yang kamu lakukan. itulah kenapa kamu jengkel, karena kamu merasa apa yang kamu lakukan adalah sia², ecek²…dsb. padahal itu lebih baik daripada kamu tidak melakukan apa² sama sekali.”
saya : “lalu saya musti gimana?”
suara : “pertama, betulkan dulu niat kamu. Bismillah, niat berbuat sesuatu karena Alloh semata. pastikan bahwa apa yang kamu lakukan adalah kebaikan, jangan sekali-kali berbuat maksiat. mosok mau ngrampok pake bisamillah, ngga tau diri itu namanya.”
saya : “udah ya gitu aja…? trus kalo ditiru orang gimana dong?”
suara : “walah…walah…masih mikir kayak gitu tho?”
saya : “lha terus mikir apa?”
suara : “gini. niat, trus lakukan aja. ditiru orang biarin aja, bukankah malah lebih bagus kalo ada orang yang melakukan hal yang sama, jadi tambah teman. lebih bagus lagi kalo orang itu niru² kamu, berarti ilmu kamu bermanfaat. lebih bagus lagi kalo orang lain bisa lebih bagus dari kamu, itu artinya selain ilmu kamu bermanfaat, ilmu kamu juga berkembang walaupun oleh orang lain. kan niat awalnya untuk Alloh, itu berarti apa yang kamu kerjakan dirsetui sama Alloh. makanya ilmu itu berikan Alloh kepada orang lain, biar manfaatnya merata. akan lebih hebat lagi, kalo ternyata apa yang kamu mulai kemudian ditiru orang. lalu kalian bekerja sama untuk memperbaiki kekurangan²nya, dengan berbagai masukan dari banyak kepala. kemudian karya kalian menjadi semakin baik dan berkembang. hmmm…sepertinya sukses yang besar seperti ini rasanya lebih nikmat. karena bukan hanya kamu, tapi ada banyak orang menikmati hasilnya.”
saya : “ooo…gitu ya…?”
suara : “lha iya…gimana…masih jengkel?”
saya : “ngga ah…ngga jadi…ganti aja ah…ganti bersyukur…boleh kan?”
suara : “ya…kan emang harusnya begitu…ok…masalahmu selesai…silakan berkarya…”
demikianlah akhir dari dialog antara otak, yang diwakili oleh saya dengan suara hati. jadi kalo mau hidup serasa enteng, biarkan otak yang mengikuti hati. gitu. semoga bermanfaat.