selamatkan saya dari saya…(perihal anda)

hebat…salut (bukan gerry)…
terus terang saja anda menggelitik kalbu saya
namun (terkadang) sengaja saya ‘nol’kan lagi
bukan menerima atau menolak
bukan membenarkan atau menyalahkan
tapi karena saya terkadang apatis (sangat)
karena saya tak mau larut dalam anda, meskipun ingin
karena saya hidup untuk ‘nol’

dan saya tidak akan menuntut siapapun untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada saya…karena sebesar apapun pengaruh anda, yang menimpa saya sekarang adalah pilihan saya…kalopun bukan, itu adalah kehendak Tuhan…tugas saya adalah bersikap maksimal terhadap timpaan ini…semoga

===============================

silakan, anda bebas menilai saya
tak akan saya sangkal, sekalipun tak saya benarkan
saya yakin setiap penilaian pasti berdasar atas pertimbangan
pun tak beda dengan penilaian anda
siapapun saya bagi anda, begitulah saya
dan biarkan saya bersikap sebagaimana persepsi saya atas diri saya

maaf, sekalipun menyandang predikat terkendali…saya tetaplah munafik

>>>
"Tuhan biarkan kutemui sang kebenaran…akan kutanyakan kemana ku kan berjalan…keyakinanku akan adanya cahaya…penunujuk jalan kemana ku kan dibawa…mencari arah menuju rumah…" -Naif.

tidak begitu² amat

hanya beririt komentar mengenai sesuatu yang tak begitu dipaham

berasa salah dengan anggapan sekitar

lalu hanya ada basa-basi dan menguap hilang

lihat, betapa sungkan membodohkan dalam tempo pelan²…

tetap bungkam dan masih sibuk dengan urusan renovasi diri

sambil menunggu tanda tanya yang masih juga maju-mundur

yang kemudian bermutasi menjadi sebuah kesimpulan atas dasar asumsi

ketika jauh menjadi pembatas antara aku dan tanda tanya

======

dan aku berjalan memutar, berulang-ulang pula…

kadang cepat kadang lambat, tapi masih dalam genggaman yang sama

lingkaran. bisa saja aku teriak dan meledak-ledak…bisa juga membentur-bentur pada dinding…tapi itu hanya akan menyakitiku dan merusak alur…

pasti. jalur itu akan kutemukan

firasat. musibah. ibroh, lalu blog

my feeling is not delicious…perasaan saya sedang tak enak…(bahasa yang aneh)
apa yang sedang terjadi pada siapa yang entah sedang berada dimana…???

dan saya terpaksa harus bilang, "oooh, ternyata saya sendiri…"
tentunya saya sadar setelah saya dan motor saya bosan berteduh di bawah bumper belakang mobil, nyungsep aliasnya…
dan selalu…kenapa si sadar ngga pernah on time…???
tengs tu myself…yang masih bisa senyum (ketawa bahkan) seketika itu…
lalu (dengan bantuan rokok, tentunya) saya bilang "daag…daag…panic…!!!"

lalu sekarang my body is not delicious…
beberapa oles counterpain kiranya cukuplah…

lalu motor…???
ah…biarkan the expert’s hands beraksi…

===========

hey…siapa yang salah…?
ada sih…tapi biarlah, toh udah kabur…
be a good victim saja-lah…

setidaknya saya tau satu hal…BUMPER BELAKANG MOBIL BUKAN TEMPAT YANG MENYENANGKAN…

no problem is problem…

ada benernya juga…ketika pada akhirnya gw bisa pasrah, menerima lalu bahkan menikmati yang namanya musibah…sungguh gw bisa menerima segala yang menimpa gw, lalu bersyukur bahwa ternyata gw (keadaan) masih mendingan dari yang laen…ada bangganya juga atas sikap ‘ya udahlah’ gw ini, lalu secara tak sadar pelan² menjadi sebuah kebiasaan…yang kata kebanyakan orang "bagus doong…"
ya…jadilah gw si manusia "ya udahlah"…manusia "it’s okay"…manusia "no problem"

===
lalu pada suatu ketika datang sebuah kesempatan, yang jika gw ambil ga ngga tau akan seperti apa nasib gw nantinya…lebih baik atau tetep aja…
akan lebih baik atau tetep aja…sebenernya kalo gw sedikit mikir, ngambil kesempatan itu bakalan bikin gw lebih baik…jikapun nasib gw tetep aja, at least gw udah nyoba…MENCOBA = BERUSAHA, BERUSAHA = AKTIFITAS POSITIF, AKTIFITAS POSITIF = BERDAMPAK POSITIF, BERDAMPAK POSITIF = LEBIH BAIK…so, yang namanya mencoba adalah lebih baik (apapun hasilnya)

nah si manusia ‘ya udahlah’ ini ternyata ga bodo² amat, tapi bego bin idiot sangat…gw tau jika gw ngambil kesempatan itu hasilnya masih belom jelas (better atau tetep)…yang pasti, kalo ngga ambil itu kesempatan nasib gw tetep aja…
bisa ditebak…sebagai manusia ‘ya udahlah’, dengan keadaan yang tetep, gw rasa gw masih bisa hidup enjoy…lalu beginilah gw, tetep aja kayak gini…(maju tapi pelan)
kalo sekali sih gpp, tapi kalo udah jadi kebiasaan…

m a k a . . .

no problem is problem…

-koreksi kalo gw salah

wahai yang hidup bersama andai…bangun²…!!!

persoalan itu sangat² amat gampang…jika dilakukan pasti bisa…dengan kemampuanku yang (dalam masalah se-simple ini) begitu hebat…pasti bisa…
ah kenapa buru²…nanti juga bisa, bahkan sambil merem juga kelar dengan sempurna…

lalu ternyata, apa yang aku bilang ‘nanti‘ itu telah jauh melampaui batas waktu yang seharusnya…dan aku hidup dengan ‘hal sepele’ yang sampai sekarang hanya ada di kepala, dan telah mengakar di kepala…susah untuk dikeluarkan…dan kalaupun bisa keluar dari kepala, si ‘hal sepele‘ ini sudah amat sangat sia²…
lalu si ‘hal sepele‘ bertemu dengan ‘hal sepele’ lainnya yang sama² berada dalam satu kepala…lalu membentuk ‘hal sepele’ fans club, yang dalam beberapa waktu anggotanya berkembang biak dengan semakin cepatnya…lalu menyerang si empunya kepala…dan ia menderita ‘hal sepele’ akut…

kalo kalian tak paham juga…katakanlah itu ‘mudah’ dan jangan lakukan apapun…!!!
-hingga disadar oleh kehancuran-

hati gelembung-kempis

aku.

yang inginnya tak akan pernah berlama-lama lagi…tak akan
berlama-lama mengendarai rasa puas, besar kepala, sombong, bangga
sebagai aku, berasa hero, ge’er, senang dan segala rasa yang
melambungkan hati tersebab oleh pujian…betapa pujian telah membuatku
mengalami rasa² itu, menggelembungkanku…menyenangkan sangat
memang, ketika semuanya menggelembung dan meninggi…tapi itu hanya rasa yang
sebentar lagi akan terbentur perubahan…sama seperti balon yang
menggelembung besar lalu tiba² ujung ikatannya terlepas kemudian
berpelantingan tak berkendali…sampai mengempis dan terkulai…

keadaan yang terkadang aku buat sendiri…keadaan yang kadang aku ingini tanpa sadar…

tak cuma pujian…bahkan penghargaan…bahkan perhatian…bahkan cinta…bahkan kesenangan…(-bahkan mungkin tulisan ini)

dan jangan² ini yang aku lakukan selama ini…untuk apa…untuk siapa…

mencari jatidiri…atau hanya membuang-buang waktu…(kata mas Ipung dari lirik burgerkill)

lalu semua ini aku lakukan untuk mengharap pengakuan manusia atau untuk persembahan kepada Tuhan…

aku…pun
sekarang masih bingung atas apa yang aku tulis…bisa dibilang ini
adalah kesadaranku sendiri…lalu kenapa musti
dipublikasikan…pamer…biar orang lain tahu kalo aku berpikir seperti
ini dan oleh manusia aku dianggap…lalu aku menggelembung seperti
balon (lagi)…
aku bilang "tidak"…ini untuk Tuhan…

"ya…Alloh…jangan biarkan makhluk ini terjebak dalam hati gelembung kempis…"